• Home
  • Sumut
  • 2 Pegawai Abacus Cash Solusion Terlibat Perampokan Uang Rp 410 Juta Ditangkap
Kamis, 8 Agustus 2019 | 15:53:05
*Tempo 10 Jam

2 Pegawai Abacus Cash Solusion Terlibat Perampokan Uang Rp 410 Juta Ditangkap

*1 Diantaranya Dihadiahi Timah Panas
Foto/Ist
2 Pegawai Abacus Cash Solusion Terlibat Perampokan Uang Rp 410 Juta Ditangkap
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN ||| Hanya dalam tempo 10 Jam saja dua tersangka kasus Perampokan uang milik PT.Abacus Cash Solusion Jalan Beringin no 6 komplek wartawan Pulo Brayan II Kecamatan Medan Timur yang terjadi pada hari Kamis (01/82019) Jam 12:15 WIB didepan super market Irian Jalan HM.Jhoni berhasil diringkus Satreskrim Polrestabes Medan dan unit Reskrim Polsek Medan Kota.

 

Tim Pegasus Polrestabes Medan dan unit Reskrim Polsek Medan Kota yang mendapat laporan adanya tindak pidana perampokan langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan termasuk menyita rekaman CCTV dan mengumpulkan keterangan para saksi. Usai melakukan olah tempat kejadian perkara akhirnya petugas mengantongi identitas para pelaku yang tak lain merupakan karyawan PT Abacus Cash Solusion atas nama Markus Manaek Pakpahan (28) warga Jalan Selamat Gang Sadar kelurahan Binjai Kecamatan Denai yang telah bekerja selama 5 tahun di PT Abacus bersama seorang rekanya Abdi Prayogi (26) yang juga karyawan PT Abacus Cash Solusion yang telah bekerja selama 3 tahun, merupakan warga jalan Sudirman Dusun I Cinta Rakyat Kecamatan Percut Sei Tuan.

 

Selanjutnya tim Pegasus mendapatkan informasi bahwa salah seorang pelaku atas nama Markus sedang berda dijalan Marendal, tak mau buang waktu tim Pegasus langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menangkapnya tepat jam 23:30 WIB dari tempat persembunyiamya. Saat di intrograsi Markus mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa uang hasil rampokan itu ia simpan dirumah pacarnya yang berinisial Jur ( 34 ) warga jalan Sumber Bakti Kecamatan Medan Amplas.

Tim Pegasuspun langsung menuju rumah pacarnya untuk mengamankan barang bukti, selanjutnya tersangka Markus kembali di intrograsi dan sempat bernyanyi menyebutkan satu nama rekanya yang turut dalam aksi perampokan uang milik PT Abacus bernama Abdi.

Tim penaganan ganguan kusus ( Pegasus ) langsung melakukan pengejaran terhadap Abdi, namun pada saat itu Markus mencoba kabur. Tak mau hasil burunaya kabur, Tim Pegasus langsung memuntahkan peluru senjata api ke udara untuk memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali namun tak dihiraukan oleh Markus, hingga akhirnya pistol petugas diarahkan pada kaki Markus hingga roboh, selanjutnya tersangka Abdi juga berhasil di ringkus di kediamannya.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto dan Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, beserta pejabat utama Polda Sumut, bertempat di lobby utama Polrestabes Medan. Kamis ( 8/8/2019) Jam 10:30 WIB.

“Keduanya merupakan karyawan aktif di perusahaan tersebut. Keduanya berhasil diidentifikasi melalui rekaman cctv yang terdapat di supermarket Irian tersebut,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto.

Tidak hanya kedua pelaku utama yang berhasil diamankan petugas, seorang wanita yang bernama Juniar Ramadani (34) warga Jalan Sumber Bakti juga turut diamankan.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, seorang perempuan yang turut diamankan berperan sebagai penyimpan uang milik Markus.

“Jadi usai keduanya melajukan aksi, uang tersebut dibagi dua. Nah pelaku Markus menyimpan uang tersebut kepada Juniar yang merupakan teman wanitanya,” ungkapnya.

Untuk penangkapan Marcus, lanjut Dadang, saat itu sedang duduk bersama pacarnya di kawasan Marindal.

“Tim langsung mengamankan dan melakukan pengembangan untuk mencari uang tersebut dan pelaku lainnya yakni Abdi. Saat pengembangan, pelaku Marcus mencoba melarikan diri meski sudah diberi dua kali tembakan peringatan namun tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur di bagian kakinya,” jelas Dadang.

Setelah diinterogasi kedua pelaku utama, masih dikatakan Dadang, bahwa motifnya yakni untuk membayar hutang.

“Keduanya masih bekerja di perusahaan tersebut. Jadi mereka merencanakan ini sebulan sebelum hari H. Jadi mereka mempelajari gerak gerik dan langsung melakukan eksekusi,”ucap Kombespol Dadang Hartanto. Sementara itu Markus saat diwawancarai mengaku nekad melakukan aksinya karena terlilit banyak hutang. ” Banyak hutangku bang, aku udah merencanakan perampokan ini satu Minggu sebelumnya, aku udah kerja di Abacus selama 5 tahun ,” pungkasnya. ||| Samsidar Saragih

 

 

Editor : Zul 


BERITA LAINNYA
Minggu, 18 Agustus 2019 | 00:37:28
Beraksi di Bandar Khalipah,Begal Tewas Dihajar Massa
Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:30:00
SPPA Bisa Jerat Jurnalis 5 Tahun Penjara
BERIKAN KOMENTAR
Top