• Home
  • Sumut
  • Kejati Sumut Gelar Penerangan dan Penyuluhan Hukum di Kecamatan Percut Sei Tuan
Rabu, 14 Agustus 2019 | 01:12:03

Kejati Sumut Gelar Penerangan dan Penyuluhan Hukum di Kecamatan Percut Sei Tuan

Foto/Ist
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar acara penyuluhan dan penerangan hukum di Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di halaman kantor Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu, (13/8).
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PS TUAN ||| Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menggelar acara penyuluhan dan penerangan hukum di Kecamatan Percut Sei Tuan, tepatnya di halaman kantor Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu, (13/8/2019).

Camat Percut Seituan Khairul Azman Harahap menyambut baik dilaksanakannya penerangan dan penyuluhan hukum di Kecamatan Percut Sei Tuan yang terdiri dari 18 Desa, 2 Kelurahan dan 274 Dusun. Dia mengatakan peserta yang hadir adalah kepala desa, aparat desa dan bendahara desa.

 

"Semoga dengan penerangan dan penyuluhan hukum yang digelar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ini, aparat desa dan kelurahan di Kecamatan Percur Seituan lebih mengenali hukum dan menjauhi hukuman,"urainya.

 

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian menyampaikan bahwa penerangan dan penyuluhan hukum adalah program dari Kejaksaan Republik Indonesia untuk memberikan penyadaran hukum kepada masyarakat. Kali ini kata Sumanggar, pesertanya adalah kepala desa, lurah, aparat desa dan bendahara desa.

 

"Penyuluhan dan penerangan hukum ini bertujuan untuk mensosialisasikan tentang TP4D dan konsekuensi hukuman kalau melakukan korupsi. Intinya adalah kita lebih mengedepankan upaya pencegahan daripada penindakan. Akan tetapi, kalau tidak mematuhi aturan berarti harus berurusan dengan masalah hukum,"beber Sumanggar.

 

Acara yang dipandu Jaksa Gufran ini menghadirkan 2 pemateri, yaitu Nova Manurung dan Juliana Sinaga. Dalam paparannya Nova menyampaikan topik tentang TP4D dan upaya pendampingan yang dilakukan Kejaksaan terhadap pemanfaatan dana desa yang boleh dikatakan lumayan besar.

 

"Kalau kepala desa atau aparat desa masih diliputi rasa ragu-ragu dalam menggunakan anggaran dana desa, bisa langsung berkoordinasi dengan Tim TP4D Kejaksaan Negeri Deli Serdang atau langsung ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara."beber Nova.

 

Sementara Juliana Sinaga menekankan pentingnya mengenali hukum agar tidak sampai terkena hukuman. Hal paling utama dalam hal ini adalah moral dari diri kita masing-masing. Apakah kita memang sudah memiliki niat yang jahat untuk melakukan korupsi atau tergoda karena dihadapan kita ada uang yang sangat banyak.

 

"Pendidikan agama dan moral dari diri kita masing-masing akan menjadi penentu apakah kita akan masuk dalam perangka korupsi atau tidak sama sekali. Kalau kita hidup dengan pola yang benar, maka kita tidak akan muda tergoda untuk melakukan korupsi," terangnya.

 

Setelah acara penyuluhan dan penerangan hukum dilanjuitkan dengan pemberian cendera mata dan foto bersama dengan Camat, Sekretaris Camat, Kepala Desa dan lurah.||| Sholihin

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 21 November 2019 | 23:00:06
Pemko Medan Siap Kerjasama Dengan Pokja PWI Kota Medan
Kamis, 21 November 2019 | 22:05:43
Bupati Samosir Serahkan Bantuan LPCI Kepada 40 Desa
Kamis, 21 November 2019 | 11:50:49
Densus 88 Kembali Temukan Bom Aktif di Sicanang
Kamis, 21 November 2019 | 11:31:04
Pemko Medan Akan Gelar 53 Titik Pasar Murah
Kamis, 21 November 2019 | 11:27:55
Plt Wali Kota Terima DIPA Tahun 2020
Kamis, 21 November 2019 | 11:20:40
Plt Wali Kota Silaturahmi Ke Polrestabes Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top