• Home
  • Sumut
  • Sadis !!!! Balita Dianiaya Ayah Tiri, Digantung Dalam Goni Hingga Tewas
Minggu, 8 September 2019 | 01:22:44
*Disaksikan Ibu Kandung

Sadis !!!! Balita Dianiaya Ayah Tiri, Digantung Dalam Goni Hingga Tewas

Foto/Ist
Petugas saat menggali kubur Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil

aktualonline.com.LANGKAT ||| Seorang bocah berusia 27 bulan terungkap dianiaya ayah tiri hingga tewas dengan disaksikan ibu kandungnya di Dusun I Desa Panco Warno, Kecamatan Salapian, Langkat.

 

Jasad bocah tersebut ditemukan dikubur diseputaran desa tersebut, Rabu (4/9/2019) malam.

 

Kematian bocah tersebut terungkap setelah warga setempat mencium bau busuk dari gundukan tanah di sekitar areal kebun karet milik seorang warga setempat Sinar Tarigan.

 

Kecurigaan itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Dusun setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Salapian.

 

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fathir dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (5/9/2019) membenarkan adanya temuan mayat bocah bernama Muhammad Ibrahim Ramadan alias Akil itu.

 

“Tersangka pelaku utama, ayah tiri korban Riki Ramadhan Sitepu (30),” sebut Fathir.

 

Dijelaskannya, temuan itu berawal dari informasi yang diterima personel Polsek Salapian Polres Langkat, Rabu (4/9/2019).

 

“Informasi dari warga, ada bau menyengat dari salah satu gundukan tanah di sekitar kebun karet,” katanya. Menerima laporan tersebut, personel Polsek langsung berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Langkat. Bersama tim Inafis Polres Langkat, petugas langsung mendatangi lokasi yang disebutkan. Sampai di sana, petugas langsung membongkar gundukan tanah yang dicurigai dan akhirnya menemukan jenazah korban yang terbungkus kain. Selanjutnya, jenazah bocah tersebut dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

 

Dari keterangan beberapa saksi, polisi kemudian menduga bahwa pelaku pembunuhan adalah orangtua korban sendiri. Petugas pun langsung melakukan pengejaran untuk mencari keduanya.

 

“Rabu 4 September 2019 sekitar pikul 24.00 Wib dilakukan penangkapan terhadap pasangan suami istri Riki Ramadhan Sitepu dan istrinya Sri Astuti di sekitar jalan umum Binjai-Bukit Lawang,” jelasnya.

 

Setelah diinterogasi, suami istri tersebut akhirnya mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap bocah tersebut.

 

*Digantung Dalam Goni Hingga Tewas

 

Berdasarkan keterangan keduanya, penganiayaan itu dilakukan sejak Senin s/d Minggu (19 s/d 25 Agustus 2019) oleh ayah tiri korban Riki Ramadhan Sitepu.

 

“Korban dipukul di bagian bahu, kaki, tangan, bokong lalu disundut api rokok di bagian tangan, telinga dan bahu. Setelah itu korban dimasukkan ke dalam goni lalu digantung di luar gubuk,” beber Fathir.

 

Kemudian, pada Selasa (27/8/2019), sekitar pukul 17.00 Wib, bocah tersebut akhirnya meninggal dunia. “Selanjutnya, pada pukul 18.00 Wib, korban dikuburkan oleh tersangka beserta istrinya di bawah lereng bukit. Jenazah korban hanya ditanam dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter,” sambungnya.

 

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sandal anak-anak, KTP atas Sri Astuti, gelang, cincin, HP merk Mito, dompet, sepatu merk Adidas serta baju dan celana anak-anak. “Tersangka dijerat dengan pasal 340 juncto pasal 338 KUHPidana sub pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.||| Zul

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 16 September 2019 | 00:32:37
Kota Medan Kembali Raih Penghargaan WTN
Senin, 16 September 2019 | 00:00:21
HUT ke I Rey Kafe Meriah Dihadiri Anggota DPRD Kota Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top